Pages

Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Yang Perlu di Perhatikan dalam Memilih Pengiring Pengantin kita nanti

pengiring pengantin, salah satu bagian vital dalam pernikahan

Kita pasti mengetahui bahwa mempersiapkan sebuah pernikahan itu bukan perkara yang mudah. Banyak  hal yang harus dipersiapkan, dari A sampai Z harus matang dilakukan. Selain pakaian, janji pernikahan, resepsi, banyak hal lain yang mesti diurus, salah satunya pengiring pengantin. Ya, kalau di Indonesia bisa dibilang para Pager Ayu nya lah… saya melihat beberapa pernikahan orang yang sedikit ‘tidak enak’ yang disebabkan oleh para pengiring pengantin, maka saya akan mencoba menulis poin-poin yang harus diperhatikan, khususnya bagi para calon pengantin. Selamat membaca…

Menjadi Pengiring Pengantin (Indonesia: Pager Ayu –red) bukanlah perkara yang mudah. Mereka harus setia mendampingi si pengantin dari awal hingga akhir acara, seringkali mengikuti si pengantin kemana pun dia berada selama acara pernikahan berlangsung dan berdandan heboh juga seperti si pengantin (apalagi jika sudah memakai tema/adat, kebayang pakaiannya juga pasti ikut ribet juga). Melihat lumayan beratnya tugas pengiring pengantin, tidak salah bagi para calon pengantin untuk mempertimbangkan poin-poin berikut:

Pertama, Komunikasi. 

Calon pengantin sebaiknya mengkomunikasikan harapan atau impian nya kepada pengiring pengantinnya mengenai pernikahan seperti apa yang akan berlangsung. Jangan sampai si pengiring pengantin tidak tahu dia harus seperti apa di acara pernikahan nantinya. Umumnya pengiring pengantin adalah teman dekat, sahabat atau saudara pengantin yang seumuran, sehingga diharapkan komunikasi dapat terjalin baik. Jika segalanya sudah dikomunikasikan, pasti pengiring pengantin akan berusaha sebaik mugin untuk membuat sang pengantin bahagia di hari pernikahannya.

Kedua, Menghargai.

Bagaimanapun pengiring pengantin memiliki peran yang cukup penting dalam berlangsungnya sebuah acara pernikahan. Jangan karena merasa sang pengantin adalah ratu dan raja pada acara pernikahan, sang pengantin lupa untuk mengucapkan kata terimakasih. Tidak perlu harus dengan barang, ucapan pun sangat  berarti bagi para pengiring pengantin, bagaimananapun mereka akan merasa dihargai dengan ucapan tersebut.

Ketiga, Penampilan.

Selain mengkomunkasikan apa-apa saja yang harus dilakukan para pengiring pengantin saat acara pernikahan berlangsung, masalah penampilan:pakaian yang dikenakan pengiring juga harus dikomunikasikan sebelumnya. Bila perlu sang pengantin melakukan diskusi bersama dengan para pengiring pengantin untuk menentukan tema yang sesuai, dari pakaian hingga aksesoris. Jangan sampai pengiring merasa tidak nyaman atau malah mundur di hari H karena tidak sesuai dengan tema pakaiannya. 


Melihat pentingnya ketiga hal di atas, maka bagi calon pengantin, ketiga hal tersebut wajib dipertimbangkan yaa… Hari Pernikahan merupakan Hari Bersejarah bagi Hidup anda, jangan sampai dirusak oleh hal-hal yang sebenarnya dapat dihindari.


Jadi ingin menikah nih saya…HAHHAA… ^^.

Sumber Gambar: /spekristo.blogspot.com/

T.ia

Menikah Muda, Sebuah Gengsi atau Pilihan???

 nikah muda, gengsi atau pilihan??

Tampaknya ada fakta menarik yang muncul di masyarakat beberapa waktu belakangan ini, khususnya bagi kehidupan berkeluarga. Yaitu trend dimana semakin banyak orang yang melakukan pernikahan muda. Anda tahu salah satu cara paling mudah untuk melihat kecenderungan apa yang sedang terjadi di masyarakat? Gampang saja sebenarnya, lihat saja perilaku para showbiz kita. 

Seperti yang kita ketahui, belakangan ini marak terjadi di kalangan artis kita yang memutuskan untuk menikah muda dan hasilnya sudah bisa ditebak, masyarakat kita juga sedang dilanda demam nikah muda.
Sebenarnya nikah muda itu apa sih? Umur berapa yang dapat dikatakan sebagai nikah muda? Tidak ada patokan di masyarakat yang dapat mengatakan dengan pasti umur berapa yang dikatakan sebagai nikah muda. Semuanya tergantung pada anggapan yang umum di masyarakat. Sebagai contoh, umur 17 sekarang ini sering dikatakan sebagai penikahan muda, namun jika mengatakan hal ini pada nenek kita, pasti mereka menganggap itu hal biasa karena umumnya di zaman mereka, penikahan terjadi di umur 15, sehingga umur 17 dapat dikatakan pernikahan yang biasa atau malah terbilang telat. 

Ada fenomena berulang yang terjadi pada kasus pernikahan di masyarakat kita. Pada zaman dahulu trend menikah pada umur belasan, kemudian semakin kesini semakin bergeser ke umur tua, 20-an dan pernah mencapai umur 20 akhir (27-29), namun sekarang sepertinya akan  berulang ke umur 20 awal. 

Memang, berbagai alasan  masuk akal yang dapat kita terima mengapa banyak orang (kembali) ingin menikah di usia muda. Misalnya, ingin anaknya nanti tidak terpaut jauh dengan dirinya atau nantinya saat pensiun, anak-anak mereka sudah pada besar atau malah agar  nanti dapat berlibur bersama (kalau tua, pasti susah). Semua alasan di atas tidak ada yang salah, namun saya akan mencoba uraikan beberapa hal penting yang dapat dijadikan referensi (bahan pertimbangan) bagi yang ingin menikah muda:

1.     1. Sudah memiliki KEMATANGAN.
Yang dimaksud kematangan disini, bukan hanya kematangan fisik tetapi juga kematangan emosional. Kematangan emosional dapat dilihat dari sisi kepribadian. Bagaimanan orang tersebut sudah tidak kekanak-kanakan lagi. Contoh real sikap kekanak-kanakan: belum bisa mencari uang sendiri, masih egois, belum bisa bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Kematangan Sosial juga penting. Bagaimana anda bisa berhubungan baik dengan orang di sekitar anda. Lalu juga ada kematangan moral dan Kognitif. Sangat penting juga karena akan menjadi modal dasar bagi orang tua untuk mengajarkannya nanti ke anak-anaknya.

2.     2.Mengetahui alasan sebenarnya mengapa anda ingin menikah.
Jangan sekedar hanya ingin mengikuti trend atau malu karena teman-teman sebayanya sudah menikah semua. Sebenarnya, ada 2 alasan besar di Indonesia mengapa melakukan pernikahan di usia muda. Yang pertama karena MBA (married by accident) atau memang karena perencanaan yang panjang. (alasan jarak umur yang tidak terlalu jauh, dll)

3.     3.Anda memang sudah mampu membiayai kehidupan anda sendiri
Menikah berarti sudah siap menanggung semuanya sendiri karena menikah berarti sudah siap meninggalan keluarga besar dan hidup berdua bersama pasangan. Jangan sampai sudah menikah tetapi biaya beli susu anak atau biaya makan masih minta orang tua.

4.     4.Dapat menahan ego.
Menikah adalah bagaimana menyatukan 2 kehidupan dalam 1 ikatan. Dan umumnya masalah/konflik yang terjadi di pernikahan 99% disebabkan karena ego dari masing-masing. 

5.      5. Sudah paham betul siapa diri kita dan pasangan kita
Bukan berarti mengetahui apa makanan kesukaan atau hafal seluruh nama anggota keluarga besarnya saja, tetapi juga kepribadian anda dan pasangan anda. Jangan sampai anda kaget dan tidak mau menerima setelah sudah menikah.

6.     6.Membuat Komitmen di awal Pernikahan
Biasa disebut perjanjian PraNikah. Umumnya terkenal dengan masalah keuangan, tetapi sebaiknya jangan hanya masalah uang, tetapi bagaimana mengurus anak nantinya, atau pilihan istri yang boleh atau tidaknya bekerja setelah menikah, dsb. Jangan sampai nanti saat sudah menikah hal-hal kecil tersebut menyulut perselisihan.

Singkatnya, menikah muda memang tidak ada yang melarang, namun jika hanya untuk mengikuti trend, untuk apa?? Semoga keenam hal di atas dapat dijadikan poin-poin pertimbangan yaa…


Sumber Gambar: suaramerdeka.com

T.ia