Pages

Tampilkan postingan dengan label Sea Games XXVI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sea Games XXVI. Tampilkan semua postingan

Gelora Bung Karno untuk Indonesia vs Malaysia malam ini



Akhirnya pertemuan antara Tim Garuda Muda Indonesia dengan tim Malaysia yanga kita tunggu-tunggu dalam perhelatan akbar Sea Games XXVI ini akan kita saksikan sebentar lagi. Ya, laga sepakbola Indonesia vs Malaysia akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno nanti sore (17/11) jam 19.00.  

Kita pasti sudah tahu bagaimana pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang sarat gengsi dan emosi. Kita tahu bagaimana duel yang sama saat piala AFF tempo hari. Apalagi dengan isu laser dan supporter. 

Oleh karena itu, sebagai pendukung setia Timnas Indonesia (khususnya U23 yang sedang naik daun), laga nanti malam ini merupakan tontonan wajib. Kita bisa datang langsung ke Stadion GBK atau bisa lewat televisi. Terserah anda! Namun yang pasti doa dan dukungan anda harus tetap menyebar di seluruh penjuru negeri…hehhe… (kata-kata gw..hehhe)

Oya, karena pertandingan musuh bebuyutan tersebut akan berlangsung di GBK, saya mau tanya, kalian sudah tahu belum sejarah berdirinya stadion kebanggaan kita tersebut?

Saya akan berikan resumenya ya: 

 sejarah GBK

Menurut Wikipedia.com, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)  adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta dan diberi nama Gelora Bung Karno untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini.
Gelora Bung Karno dibangun berawal dari Presiden Soekarno menawarkan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan pesta olahraga akbar di Asia, Asian Games ke-IV. Setelah disetujui, beliau langsung memerintahkan untuk segera merancang suatu kompleks pusat olahraga modern dan terlengkap sekaligus sebagai taman public dan ruang terbuka hijau.

Pada 21 Juli 1962, Stadion Utama berkapasitas 100 ribu penonton sempurna dibangun. Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton.

foto tampak atas Stadion GBK

Pada masa Orde Baru, nama Stadion ini diubah menjadi Stadion Utama Senayan. Namun saat reformasi pada 1998 berubah kembali menjadi Stadion Gelora Bung Karno. Demikian sedikit sejarahnya.

Nah, jika kamu ingin datang langsung ke Stadion GBK untuk menonton pertandingan Indonesia vs Malaysia nanti malam, dapat langsung membeli tiketnya. Saya search harga tiketnya:

Harga Tiket Partai Penyisihan Cabang Sepak Bola SEA Games 2011:
Babak Kualifikasi GBK
VIP 1 = Rp 500,000
VVIP 2 = Rp 500,000
VIP Barat = Rp 350,000
VIP Timur = Rp 250,000
Kategori 1 = Rp 150,000
Kategori 2 = Rp 100,000
Kategori 3 = Rp 50,000
Kategori 4 = Rp 25,000


Tetapi jika ingin santai di rumah, dapat  menonton siaran langsungnya di RCTI malam ini (17/11) pukul 19.00.


Apa pun caranya, pastikan Gelora Semangat Bung Karno terdengar hingga seluruh negeri yaa….!!

T.ia

Gambar: Wikipedia.com, vivanews.com, www.facebook.com/pages/SEA-Games-XXVI-INDONESIA-JUARA

Etika Supporter yang Harus anda Ketahui


Jadilah supporter yang  ber-etika 

Bulan November ini menjadi bulan yang cukup membanggakan Indonesia. Ya, kita tahu Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar Sea Games ke XXVI akan berlangsung dari tanggal 11-22 November 2011. Sebagai tuan rumah, kita boleh berharap lebih dalam ajang olah raga tingkat Asia Tenggara ini. Selain lebih percaya diri bermain di kandang sendiri, terbiasa dengan kondisi lapangan, faktor supporter juga sangat membantu keberhasilan pemain dalam pertandingan.

Berbicara masalah supporter, Indonesia dalam Sea Games XXVI ini boleh merasa bangga, karena dengan berlangsungnya perhelatan akbar di Negara sendiri, pasti jumlah supporter Indonesia bisa dipastikan akan lebih banyak dibandingkan Negara lain. Namun, saya khusus melalui tulisan ini ingin mengingatkan bahwa supporter bisa menjadi poin plus juga bisa menjadi momok dalam pertandingan. Positif karena akan menyemangati pemain kita, tetapi juga akan menjadi momok jika sampai terjadi kericuhan. Lihat saja bagaimana ulah supporter Indonesia saat laga Indonesia vs Malaysia saat piala AFF kemarin. Walaupun sebelumnya kita dicurangi dengan insiden sinar laser, sebagai masyarakat berpendidikan, tidak bijak rasanya jika membalasnya dengan petasan.

Oleh karena itu, saya ingin membagikan beberapa Etika menjadi Supporter yang apik, terutama saat berlangsungnya perhelatan akbar Sea Games XXVI:

Belilah karcis di loket


Jika ingin datang langsung ke arena pertandingan, beli karcis di loket resmi. Hindari pembelian di Calo. Jangan malu-maluin kita sebagai Negara penyelenggara. Mentang-mentang tuan rumah, bukan berarti kita bisa urakan dan memaksa masuk ke stadion untuk melihat pertandingan.


Jangan Merokok di Stadion


Larangan ini terutama bagi stadion indoor yang biasanya sudah memiliki pendingin udara/AC. Tetapi bukan berarti boleh merokok di stadion-stadion outdoor. Sudah layak dan sepantasnya kita tidak merokok di arena olahraga karena tidak masuk akal, arena olahraga malah berisi asap rokok yang beracun bagi kesehatan.


Dilarang Membawa Petasan atau Kembang Api


Petasan dan Kembang api merupakan 2 barang yang sudah dilarang dalam pertandingan olah raga. Kita lihat apa yang terjadi saat piala AFF, saat ada supporter Indonesia yang menghidupkan kembang api di barisan penonton. Bahaya skorsing pun akan di depan mata.


Gunakan Terompet atau Genderang dengan Bijak


Jika kita membawa terompet gas atau alat bunyi-bunyian lainnya. Jangan diarahkan ke orang lain. Cukup ke atas, sehingga tidak mengganggu orang disamping anda. Jika perlu bawalah penutup kuping jika anda rasa, anda berada di tengah-tengah supporter yang membawa terompet atau barang-barang yang berbunyi sangat keras.


Jaga Mulut Anda


Supporter ada di arena pertandingan adalah untuk mensupport para pemain. Kita boleh meneriakkan teriakan penyemangat namun sangat tidak etis jika kita juga meneriakan kata-kata umpatan atau kotor kepada pemain lawan. Bagaimanapun Fair Game is a Must. Jangan terganggu dengan umpatan atau teriakan yang membuat panas telinga.


Jaga Kebersihan Arena Pertandingan


Apalagi kita sebagai tuan rumah, alangkah lebih bagus bila kita bersama-sama dengan sadar membuang sampah pada tempatnya. Terutama Ajang bergengsi se Asia Tenggara ini, yang pasti akan banyak wisatawan atau supporter dari Negara-negara lain. Tidak mau kan kita di cap sebagai masyarakat pemalas dan jorok dengan meninggalkan sampah dimana-mana.


Saya yakin dan percaya jika semua supporter paham dan melaksanakan beberapa poin di atas, pertandingan-pertandingan Sea Games ke XXVI akan berjalan dengan baik dan lancar. Perilaku supporter yang baik serta kondisi lapangan yang cukup mumpuni, pertandingan kelas dunia pun akan kita rasakan.

Ayo maju terus INDONESIA… INDONESIA BISA!!!

T.ia

Gambar: mabuhay.be, nevialustig.blogspot.com, bola.net, bola.vivanews.com, 
nedy-nedy.blogspot.com, faktapos.com, amathonthe.multiply.com

Perlukah sekolah libur selama Sea Games XXVI??

 
‘Alangkah lucunya Negara ini’ sama seperti salah satu judul film Indonesia, itulah yang ada dalam pikiran saya saat mengetahui adanya usulan untuk meliburkan anak-anak sekolah selama Sea Games di Jakarta hanya dengan alasan untuk mengurai kemacetan ibukota.
 
Sea Games ke XXVI tahun ini memang sangat sarat pemberitaan miring, dari masalah korupsi wisma atlit, persiapan infrastruktur bangunan yang belum siap 100% sampai detik ini, dan kini semakin diriuhkan dengan wacana peliburan anak sekolah di Jakarta demi mengurangi kemacetan. Sangat ‘mengaduk’ emosi yaa…

Jika masalah korupsi wisma atlit, ya itu memang sudah ‘tabiat’ orang Indonesia yang tidak bisa melihat proyek megah, langsung aja dibuat objekan. Tetapi jika dilihat perkembangannya, sudah mulai ada titik terang, walaupun bia ditebak akhirnya yang abu-abu (sama seperti kasus korupsi lainnya).

Persiapan sea games yang molor sehingga hampir terjadi penundaan, hampir saja dapat membuat malu bangsa dan Negara. Bagaimana akhirnya nanti, selesai atau tidaknya infrastruktur pesta akbar se Asia Tenggara  itu, kita lihat tanggal 11 november nanti.

Nah, masalah yang ketiga ini, lumayan meresahkan saya. Bukan apa-apa, apa dasarnya atau seberapa besar peran kebijakan peliburan anak sekolah itu terhadap kemacetan di Jakarta?

Rencananya, untuk mengurai kemacetan di ibukota, selama acara Sea Games XXVI berlangsung, anak-anak sekolah akan diliburkan. Tidak semua kelas memang, rencananya yang libur hanya kelas 1-5 SD, 7-8 di SMP dan 10-11 di SMA. Mereka yang mempersiapkan ujian akan tetap masuk. Melihat kondisi tersebut, saya ingin menyampaikan beberapa poin,

Pertama: anak sekolah di Jakarta itu rata-rata masuk jam 06.30-07.00, sehingga berangkat pukul 05.30-07 pagi dan pulang sekitar pukul1 12-3 siang. Sehingga mungkin jika ada kepadatan saat jam masuk dan pulang kantor itu akan berkisar pada jam-jam tersebut. Dan bila untuk mengurai kepadatan saat perjalanan kontingen Sea Games dari Mess ke stadion, mungkin akan berkisar di jam7-8, karena tidak mungkin kan pertandingan di mulai subuh-subuh. Jam7-8 pagi itu sudah tidak ada anak sekolah yang berkeliaran untuk masuk sekolah, tetapi para pegawai kantoran yang berangkat kerja.

 jam-jam masuk sekolah

Kedua, apa pengaruhnya anak sekolah yang berada jauh dari tempat penyelenggaraan Sea Games? Boleh lah ada sekolah yang diliburkan jika sekolah itu dekat dengan tempat penyelenggaraan Sea Games, tetapi jika yang jauh? Apa pengaruhnya coba?? Misal, GBK itu ada di Jakarta Selatan, boleh lah sekolah-sekolah yang berada di kawasan Senayan atau sekitarnya di liburkan, tetapi jika seluruh sekolah di Jakarta diliburkan, apa pengaruhnya coba? 

 GBK- Senayan salah satu tempat penyelenggaraan Sea Games XXVI

Ketiga, dengan kebijakan meliburkan anak sekolah, apakah menjamin mereka akan berada dirumah sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Memang ada alasan, anak-anak sekolah akan ‘digiring’ menjadi supporter pertandingan, tetapi bukannya dengan mengarahkan ke tempat pertandingan malah akan semakin memacetkan lalu lintas di sekitar lokasi pertandingan?

Ketiga poin diatas merupakan pertanyaan yang ‘menggeliat’ saat saya membaca berita tersebut beberapa hari yang lalu, lantas apakah solusinya untuk mengurai kemacetan ibukota, agar tidak terlalu ‘memalukan’ bangsa dan Negara karena masalah kemacetannya???

 kemacetan yang sudah mendarah daging

Saya juga tidak tahu solusi terbaik mengatasi kemacetan kota Jakarta. (kalau saya bisa, saya sudah jadi menteri..hehe..) Menurut saya, kemacetan ibukota ibarat benang kusut dan mungkin tidak usah membuat kebijakan-kebijakan pintas yang tidak ada dasar dan urjensinya. Mungkin dengan proses buka tutup jalan layaknya presiden lewat sudah cukup atau bermain dengan jam-jam yang tidak bentrok dengan masuk-keluar sekolah/kantor. 

Poinnya adalah jangan sampai kita berusaha menutup-nutupi borok yang ada padahal ada pihak yang dirugikan. Kalau sudah macet, ya macet saja. ‘Siapa suruh datang ke Jakarta’.. lho?? Hahahaaa….


T.ia

Gambar: lensaindonesia.com, infoindonesia.wordpress.com, klubguru.com,