Pages

Tampilkan postingan dengan label Aksesoris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksesoris. Tampilkan semua postingan

Pasar Asemka, Surganya Aksesoris

Sentra Aksesoris

Sebagai pecinta fashion, tidak lengkap rasanya jika kita memakai pakaian yang ‘in’ tanpa menambahkan aksesoris untuk meningkatkan performa penampilan kita.

Tetapi seringkali kita bingung dan malas membeli aksesoris. Entah karena bingung dengan model ataupun harganya yang mahal di mall-mall atau toko kita jadi jarang berniat untuk mengkoleksi aksesoris seperti kalung, gelang, bros, dll.. Namun, jangan khawatir, kita dapat mengoleksi atau berburu aksesoris-aksesoris murah lho. Yaitu dengan mendatangi  tempatnya langsung atau grosirannya.

Untuk kalian yang berada di Jakarta dan sekitarnya, sudah pernah mendengar Pasar Asemka? Ya, Pasar Asemka adalah pusat grosir aksesoris, yang tentu saja dapat menjadi salah satu tujuan perburuan bagi mereka yang gemar dengan aksesoris.

Jika belum tahu, saya akan membagikannya ke anda yaa… semoga membantu..

Pasar Asemka terletak di Kota, Jakarta Barat. Lokasinya sebenarnya cukup strategis dan mudah ditemui karena berdekatan dengan stasiun Kota atau Busway. Berikut saya tampilkan petanya agar lebih jelas.

 Peta Pasar Asemka

Jika sudah sampai di Asemka, anda langsung saja menuju lantai bawah pasar, karena lantai dasar merupakan lokasi penjualan aksesoris, sedangkan lantai 1nya adalah penjualan peralatan sekolah dan anak.

Lantai 1 untuk perlengkapan sekolah & anak

Seperti layaknya pasar grosir, pasar Asemka tentu saja dipenuhi oleh barang-barang dalam jumlah besar. Biasanya para penjual di Pasar Asemka tersebut menjual barang dagangannya minimal setengah lusin. Namun, tidak menutup kemungkinan pula untuk menjual eceran. Anda tinggal menanyakan terlebih dahulu saja kepada pedagangnya, apakah bisa membeli eceran atau tidak. Biasanya bisa, tetapi harganya tentu lebih mahal.

Ribuan Aksesoris yang diperjualbelikan

Karena grosiran, harganyapun pasti lebih murah dari harga pasaran. Jika dihitung satuan,harganya  mulai Rp 1000-100.000 ada disana, namun tentu saja ada minimum pembelian. Akan lebih murah lagi, jika anda membeli dalam partai yang lebih besar. Ya, kebanyakan yang datang memang para pedagang yang tujuannya untuk dijual kembali.

Jika tidak ingin membeli aksesoris jadi, jangan kuatir. Pasar Asemka juga menyediakan bahan-bahan aksesoris, dari mutiara-mutiara, atau manik-manik sebagai bahan baku kalung atau gelang. Anda pun dapat mengkreasikannya.

Pilihan manik-manik

Satu yang pasti, jika ingin berburu aksesoris ke Pasar Asemka, harus siap dalam memilih model apa yang akan anda beli. Bukan apa-apa, karena saking banyaknya model dan tipe aksesoris.
Semoga bermanfaat yaa…

Selamat berburu aksesoris….


T.ia



Gambar: 
andryfeb.multiply.com, shuchin.wordpress.com, zdaren.multiply.com, indopos.co.id, detik.com

Sepatu Wedges: Nyaman di Kaki Nyaman di Hati

 Biarpun tinggi, tetapi tetap nyaman dipakai

Perempuan selalu identik dengan yang namanya fashion. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, kalau bisa semuanya harus mengikuti trend fashion jaman sekarang. Saya ingin mengulas salah satu trend yang sedang di gemari oleh para fashionista-fashionista sekarang ini, tidak lain dan tidak bukan yaitu trend sepatu wedges yang banyak dipakai wanita-wanita di dunia. 

Sebenarnya apa itu sepatu wedges? Wedges adalah model sepatu/sendal yang memiliki ciri bersol tebal. Dengan tebalnya sol, maka pemakai sepatu wedges mendapatkan manfaat yang sama dengan menggunakan high heels, yaitu menambah tinggi si pemakai. Satu yang unik dari wedges adalah dengan ciri khusus solnya yang tebal (yang berarti tebal di semua permukaan kaki), maka efek pegal atau lelah kaki dapat diminimalisasi. Tidak seperti high heels yang menumpu pada satu bagian saja, wedges membuat tumpuan badan merata pada telapak kaki, sehingga tidak mudah lelah/pegal ataupun efek gangguan pinggang atau tulang belakang.

Desain wedges yang dapat digunakan di segala acara (flexible) membuat wedges sering dipilih menjadi alternatif alas kaki, apalagi model wedges yang sudah semakin berkembang sehingga semakin digemari masyarakat luas. Wedges dapat dipakai pada acara formal dengan dipadankan dengan blus atau blazer tetapi pantas juga jika digabungkan denganlegging dan  kaos untuk kesan kasual.

Pemilihan jenis sol sepatu juga dapat menjadi pilihan pemakaian. Sol dari kayu atau gabus lebih baik dipakai di pagi hari, sementara yang berlapis bahan kulit atau satin lebih cocok untuk pemakaian malam hari. 

Namun, selain kelebihan-kelebihan tersebut, wedges juga memiliki kekurangan, yaitu cenderung lebih berat. Tebalnya sol tentu akan menambah berat sepatu. Sol yang berat akan menyulitkan kita untuk bergerak, sehingga kita harus pandai-pandai memilih jenis solnya agar tidak malah membebankan kaki untuk sepatu yang lebih berat.

Disamping kelemahan dan kelebihannya, kembalinya trend menggunakan wedges (setelah trend pada tahun 80an) dan kecenderungan lebih ‘mewabah’ mengisyaratkan bahwa sepatu yang menurut hasil riset memiliki tingkat kenyamanan sebesar 80 % ini sudah dapat dikatakan sebagai representasikan wanita jaman sekarang. Feminine namun simple di segala suasana.

Siapa yang mengkoleksi wedges, ayoo angkat tangan???!? Hehhe…^^

Sumber Gambar: /jogja.tribunnews.com/


T.ia

Scarf – Ternyata awalnya untuk Pria


Kita mungkin beranggapan bahwa scarf merupakan aksesoris bagi kaum wanita. Dan trend sekarang ini pria pun sudah ‘latah’ memakai scarf sebagai item fashion mereka. Benarkah demikian?

Scarf memiliki sejarah penggunaan yang cukup panjang. Dimulai dari zaman Romawi Kuno. Pada zaman itu, Scarf utamanya digunakan sebagai Sadarium (kain penyeka keringat) bagi kaum pria. Seiring perkembangan, Scarf dijadikan mode berbusana bangsa Romawi Kuno, dengan menggunakannya dengan dililitkan di leher atau diikatkan di ikat pinggang.

Selain Romawi, Bangsa Cina juga memakai Scarf untuk menandai pangkat tentaranya (Kaisar Cheng) dan perluasan pemakaian Scarf di dunia dilakukan oleh Tentara Kroasia di abad ke 17. Penggunaan Scarf sebagai item fashion terjadi di Perancis. Penggunaan Scarf begitu popular digunakan oleh pria Perancis. Mereka menggunakannya sebagai penanda aliran politik dengan perbedaan warna sebagai tandanya. Penggunaan Scarf di Perancis  kemudian berkembang dengan bentuk dan model seperti sekarang ini. Sejak saat itu, Scarf digunakan bukan hanya bagi kaum pria tetapi juga untuk wanita, anak-anak, kaum kaya atau miskin, semua dapat bebas memakai Scarf.

Bahan yang dipakai pun awalnya hanya dari kain biasa, bukan wol atau sutra seperti sekarang ini. Baru kemudian setelah menjadi popular di Perancis, penggunaan kain yang dipakai pun semakin berkembang. Dari kain biasa berubah menjadi wol dan sekarang ini dari sutra, katun, beludru, satin dan bermacam-macam kain lainnya.

Kini, pemakaian Scarf sudah sangat modis dan fleksibel. Semua orang dapat menggunakannya (unisex). Setiap orang memiliki kebebasan berkreasi dalam pemakaian Scraf, entah di Leher, Pinggang, diikatkan di tangan, dililitkan d tas, dll. Dengan keunggulannya yang fleksibel digunakan, Scarf diakui menjadi item fashion yang tidak akan mati, terlebih pemakaiannya sekarang yang tidak terbatas pada cuaca dan musim.

Dan sekarang, masihkan anda beranggapan Scarf identik dengan wanita?? ^^

Sumber Gambar: clas12pas.com


T.ia