Pages

Tampilkan postingan dengan label pakaian bekas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakaian bekas. Tampilkan semua postingan

Scarf – Ternyata awalnya untuk Pria


Kita mungkin beranggapan bahwa scarf merupakan aksesoris bagi kaum wanita. Dan trend sekarang ini pria pun sudah ‘latah’ memakai scarf sebagai item fashion mereka. Benarkah demikian?

Scarf memiliki sejarah penggunaan yang cukup panjang. Dimulai dari zaman Romawi Kuno. Pada zaman itu, Scarf utamanya digunakan sebagai Sadarium (kain penyeka keringat) bagi kaum pria. Seiring perkembangan, Scarf dijadikan mode berbusana bangsa Romawi Kuno, dengan menggunakannya dengan dililitkan di leher atau diikatkan di ikat pinggang.

Selain Romawi, Bangsa Cina juga memakai Scarf untuk menandai pangkat tentaranya (Kaisar Cheng) dan perluasan pemakaian Scarf di dunia dilakukan oleh Tentara Kroasia di abad ke 17. Penggunaan Scarf sebagai item fashion terjadi di Perancis. Penggunaan Scarf begitu popular digunakan oleh pria Perancis. Mereka menggunakannya sebagai penanda aliran politik dengan perbedaan warna sebagai tandanya. Penggunaan Scarf di Perancis  kemudian berkembang dengan bentuk dan model seperti sekarang ini. Sejak saat itu, Scarf digunakan bukan hanya bagi kaum pria tetapi juga untuk wanita, anak-anak, kaum kaya atau miskin, semua dapat bebas memakai Scarf.

Bahan yang dipakai pun awalnya hanya dari kain biasa, bukan wol atau sutra seperti sekarang ini. Baru kemudian setelah menjadi popular di Perancis, penggunaan kain yang dipakai pun semakin berkembang. Dari kain biasa berubah menjadi wol dan sekarang ini dari sutra, katun, beludru, satin dan bermacam-macam kain lainnya.

Kini, pemakaian Scarf sudah sangat modis dan fleksibel. Semua orang dapat menggunakannya (unisex). Setiap orang memiliki kebebasan berkreasi dalam pemakaian Scraf, entah di Leher, Pinggang, diikatkan di tangan, dililitkan d tas, dll. Dengan keunggulannya yang fleksibel digunakan, Scarf diakui menjadi item fashion yang tidak akan mati, terlebih pemakaiannya sekarang yang tidak terbatas pada cuaca dan musim.

Dan sekarang, masihkan anda beranggapan Scarf identik dengan wanita?? ^^

Sumber Gambar: clas12pas.com


T.ia

GedeBage-nya Jakarta





Orang Bandung pasti kenal yang namanya GedeBage, sentra fashion impor bekas yang ada di Bandung. Lalu bagaimana dengan mereka yang ada di Ibukota. Jangan sedih dahulu, di Jakarta pun memiliki tempat penjualan barang-barang fashion bekas. Lokasinya berada di Pasar Senen, Jakarta Pusat. 

Layaknya tempat penjualan barang bekas, harga yang ditawarkan pun relatif sama. Kisaran seribu rupiah hingga puluhan-ratusan ribu tersedia disana. Dari yang disebar di lantai hingga berderet di gantungan, siap dijual oleh para pedagang di Pasar yang termasuk dalam bangunan bersejarah tersebut.

Barang-barang yang ada di Pasar Senen merupakan barang-barang impor yang didatangkan dari Singapur, Taiwan, dan Jepang. Ya seperti pasar barang bekas, pasti suasananya pengap dan apek, tapi disitulah seni dan keunikannya. 

Berikut ada beberapa poin penting jika ingin berbelanja diPasar Senen:
1.       Kebayang kan pasar bagaimana? Pasti panas dan sesak. Oleh karena itu, disarankan memakai kaos oblong dan jeans saja. (positif juga untuk penampilan kita saat tawar menawar)
2.       Pergi bersama teman-teman (tetapi jangan pacar/suami ya – pasti rewel deh)
3.       Top Recommended kalo cuma bawa uang tunai di kantong dan HP. Karena sesak, pakai tas nanti akan tambah ribet.
4.       Membawa tisu sangat dianjurkan.
5.       Kalau berencana kesana, lebih baik membuat list barang yang akan dibeli, karena jika melihat banyaknya barang, jadi kita suka lupa.

Poin utamanya adalah ketelitian memilih barang dan strategi penawarannya juga harus TOP. Menawar setengah harga dan kemudian naik seribu dua ribu adalah salah satu cara jitu.
Selamat Berbelanja dan Nikmati Keunikannya...


T.ia