Pages

Nasib Toko Buku-ku yang Malang….



Saya mau bertanya: dulu anda kalau ingin membeli buku kemana? Pasti jawabannya ke Gramedia, Gunung Agung, atau toko-toko buku langganan anda. Namun sekarang ini, ada 1 pilihan lain selain toko-toko buku diatas, yaitu internet. Ya, sekarang ini dengan mudahnya kita dapat membeli buku dengan bentuk ebook lewat internet. Lihat saja, siapa yang tidak mengenal situs Amazon coba…

Memang, bagi mereka yang memiliki hobi membaca, hadirnya sebuah buku merupakan santapan nikmat yang harus segera dinikmati. Namun sekarang ini, keberadaan buku terutama di tengah gempuran teknologi yang semakin modern tampaknya sudah mulai terkikis. Lihat saja, bagaimana nasib toko-toko buku yang gulung tikar. Sebagai contoh (yang terbilang sangat menghebohkan dunia) yaitu Toko Buku Raksasa Borders di Amerika Serikat yang mengumumkan kebangkrutannya tahun 2011kemarin. Belum lagi di dalam negeri, banyak sekali toko-toko buku di Indonesia yang mengaku penjualannya sangat lesu belakangan ini. Ya, dari sini kita melihat bagaimana badai teknologi canggih sudah mulai menghempas keberadaan buku di dunia.


Kita tahu, kecanggihan teknologi digadang-gadang dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Begitu juga dengan penemuan ebook. Dengan hanya file ebook atau pdf, dengan bermodal ebook reader atau gadget seperti tablet, kita dapat ‘membawa’ puluhan hingga ribuan buku atau bisa dikatakan perpustakaan kita kemanapun kita mau, tanpa repot membawa buku-buku yang tidak hanya tebal, tetapi juga berat. 

 
Namun ternyata,selain pergeseran bentuk buku, budaya membaca saat ini juga jauh lebih berkurang akibat keberadaan media sosial di internet. Seperti jargon jejaring sosial: ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’, efek jejaring sosial juga menimpa para pembaca buku. Waktu khusus mereka untuk membaca buku makin berkurang karena adanya aktivitas di jejaring sosial. 

Kalau boleh jujur, sebagai seorang pembaca aktif, saya lebih suka membaca buku cetak langsung, walaupun tidak jarang membaca lewat ebook. Memang, saya akui media internet mampu mengubah budaya seseorang dalam kebiasaannya membaca. Namun, bagaimana aroma setiap buku pasti berbeda, atau bagaimana kualitas sebuah buku dengan yang lain pasti berbeda (kertasnya, jenis tulisannya,dll) tetapi itulah daya tariknya.


Jika malas membeli buku langsung ke toko buku, anda bisa menggunakan media online sebagai salah satu jalan keluar. Malahan, malah mempermudah kita dalam mengakses buku (lintas negara). Anda bisa buka Amazon.com, atau vendor buku lokal seperti gramedia.com atau tokogunungagung.co.id. Online shopping besar  juga sudah banyak menjual buku-buku, saya pernah lihat di Yes 24.co.id atau Tokobagus.com. 

Saya rasa kehadiran buku masih banyak peminatnya, namun nasib toko bukunya itu yang mungkin akan segera bergeser.


Lantas, bagaimana dengan anda?? Apakah anda termasuk kedalam kelompok ebook atau  masih menganut paham konvensional dengan buku cetak biasa?? Atau tunggu dulu, kapan terakhir kali anda masuk ke sebuah toko buku??

Sumber: forumkami.net, infolowongan11.blogspot.com, sodahead.com, m9d.com

23 komentar:

I2-Harmony mengatakan...

Kalo saya sih ga ada masalah, mau ebook atau buku. Yang penting mana yang tersedia dan isinya mantap. :)

Khassi Hijratun Kamilah mengatakan...

kalau buat saya sama saja tapi berhubung masih punya anak kecil saya jauh lebih senang mengenalkan buku kepada anak-anak daripada ebook. yang penting wawasan tambah luas. toko buku rutin 2-3 bulan 2 kali sedangkan toko buku online all the time.

Arick Putu mengatakan...

haha..sya sih lebih ke e-book..tp gak jarang juga beli langsung ke toko buku kalo ada yg menarik...:)

Adang Muhammad mengatakan...

menarik sekali bahasannya. soal e-book ini jadi yang dianggap mengancam penerbit buku. saya cenderung lebih senang membaca buku manual ketimbang didgital.
kunjungi dan joint juga Blog saya

Adang Muhammad mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ipras | IprasBlog.com mengatakan...

Untuk saat ini, jelas saya masih merasa lebih nyaman membaca buku, tapi saya tidak tahu bagaimana 5 atau 10 tahun mendatang, karena ya itu tadi, perkembangan teknologi yang semakin membuat nyaman penggunanya.

Tapi, seiring dengan berkembangnya zaman, sudah barang tentu (seharusnya) toko-toko buku pasti juga bisa mengikuti arus perkembangan teknologi ini, agar bisa memenuhi kebutuhan para pelanggannya :)

Rahmat Rusdianto mengatakan...

ya walaupun sudah banyak buku online sekarang, tapi keberadaan toko buku masih tetap eksis. hanya saja berkurang peminatnya..

blogwalking ya dari review-newgadget.blogspot.com mohon kunjung balik dan follow blog saya ya, thanks :)

Stupid monkey mengatakan...

sebenarnya lebih enak baca buku cetak, kalau ebook suka kurang khusyu, emang sih kasihan juga para tukang buku, seperti contohnya di kwitang, hmm ... kemana ..kemana .. mereka ya :D

Punya.Tia mengatakan...

@ie harmony: betul.tp semakin kesini nasib buku cetak semakin sulit yaaa.....kasihan...

@khassi: wah kalo punya anak kecil memang sebaiknya buku cetak, kasihan masih kecil sudah disuruh pake tablet/ebook.. kasihan matanya...

@arick: sama dong... apalagi ebooknya gratiss....hehhee

Punya.Tia mengatakan...

@adang: sebenarnya ga ada yg bisa menggeser buku cetak biasa lho.. ebook malah riskan, ada virus, hilang deh ratusan buku di tablet/komputer....

@ipras: bener... gmn sekarang toko buku harus bisa 'pindah' haluan... jangan pindah deh, tapi sidejob ke ebook, kalo pindah kasihan dong buku cetak.. nanti tinggal kenangan....

Punya.Tia mengatakan...

@rahmat: iya tuh..kasihan ya para pemilik toko buku konvensional...

@stupid: bener tuh... tulisan ini bisa mengingatkan akan keberadaan mereka... hehhee

HEЯRY mengatakan...

Wah sepertinya banyak info yg menarik nih di blog Punya Tia ^^
Oia salam kenal sekalian ijin follow blog ini :)






hiakuherry

Punya.Tia mengatakan...

@herry: siiippp... tengkyu yaaa sudah mampir...

rizaaal mengatakan...

jujur kalo saya jauh lebih nyaman baca buku daripada baca ebook, bikin sakit mata kalo ebook. hehe :D
tapi yaa mau gimana lagi kalo jaman udah begini.

oiya, follow back ya, :) kalo berkenan kunjung balik ke catatanlinuxku

TAMAN BACAAN mengatakan...

Saya suka membaca,
ketika melihat seperti kutipan diatas.
hati terasa miris sekali.

Punya.Tia mengatakan...

@rizaal: hmmmm.. memang benar.... siipp nanti saya mampir.

@taman bacaan: hmmm... yaahh, mau bagaimana lagi...

JIMMY mengatakan...

klo saya lebih setuju dengan ebook karena dapat mengurangi penebangan pohon untuk bahan baku kertas dan mengurangi limbah kertas..
namun, pengadaan buku kertas juga penting seperti di perpustakaan

saam blogwalking Makan Dengan Garpu Itu Kurang Ajar

Indra Kusuma mengatakan...

Kalau saya lebih enak buku, karena buku mudah dibawa kemana-mana. Walau pun kita sudah membaca buku, namun setiap kita membaca ulang kita selalu mendapatkan suatu hal yang baru dengan lebih memahaminya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Punya.Tia mengatakan...

@jimmy n @indra: wah ada 2 pendapat yg berbeda.. smua punya argumennya sendiri... tapi 1 yg pasti, sekarang pedagang buku sudah mulai kesulitan pelanggan

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

iya saya sering kali beli buku melalui toko buku online karena gramedia di kota saya lebih banyak menyediakan novel dibandingkan buku ilmu sastra dan semacamnya.

Punya.Tia mengatakan...

@honey: online dimana nih?? bisa nih jd referensi...

Fyzin Ahmad mengatakan...

Kalau aku lebih suka ke buku biasa, karna menurutku lebih dari sekedar membaca :)

Punya.Tia mengatakan...

@Fyzin: sama!! saya juga... rasanya tenang kalo lihat deretan buku di rak... hehe

Posting Komentar