Pages

Alasan Melakukan Operasi Plastik



 “Mirror, mirror upon the wall, who is the fairest off all?”

Pernah dengar pertanyaan ini?? Ya kutipan pertanyaan ini sangat terkenal pada kisah Putri Salju kan.. namun pernahkah kamu merasa bahwa pertanyaan ini merupakan gambaran seseorang yang tidak puas terhadap penampilan dirinya. 

Nah, sekarang ini kita lihat atau dengar ada orang mengatakan sudah lima kali saya melakukan operasi plastic tetapi belum juga puas mendapatkan hidung mancung. Itulah tuh tanda-tanda orang yang sudah kecanduan dengan operasi plastik.

Saya pernah baca, menurut gangguan seperti itu disebut dengan body dysmorphic disorder atau gangguan somatoform yaitu gangguan yang berkaitan dengan kecemasan dengan tubuhnya. Meskipun tubuhnya tidak ada masalah. Si penderita biasanya hanya fokus pada salah satu bagian tubuhnya yang dirasa kurang sempurna. 

 operasi plastik di seluruh tubuh demi istilah cantik sempurna 

Misalnya hidungnya tidak mancung, dibuat menjadi mancung, Mata kecil dibuat menjadi besar dan memutihkan kulit secara terus menerus, dan lain sebagainya. Body dysmorphic disorder bisa juga terjadi pada laki-laki. Misalnya merasa alat vitalnya kurang besar dibuat menjadi besar atau memakai bantuan medis untuk membesarkan ototnya.

 tidak hanya wanita, pria juga mengalaminya

Kegelisahan akan penampilan seperti itu, berkaitan erat dengan standar kecantikan yang berlaku saat ini. Misalnya cantik itu berarti hidung mancung, kulit putih, bibir tipis dan mata besar. Dan peran media massa sangat mempengaruhi seseorang untuk merubah fisiknya. Bagaimana para public figure itu digambarkan dengan sedemikian rupa sehingga yang tampak hanya kecantikan fisik yang akan diidam-idamkan masyarakat luas.

Kecenderungan mudah meniru dan mudah cemas itulah yang menyebabkan kenapa seseorang ingin atau berniat untuk mengubah dirinya. Mereka merasa dirinya terancam karena merasa tidak sempurna dan hasilnya berjam-jam berada di depan cermin untuk memperhatikan bentuk tubuhnya.

Oleh karena itu, bagi penderita body dysmorphic disorder, mereka harus dikuatkan agar dapat menghadapi komentar orang  sehingga mereka tidak mudah merasa terpuruk. Beraktifitas merupakan cara yang tepat karena mereka akan mempunyai kesibukan yang akan menggeser pikiran akan ketakutan tubuh yang tidak sempurna itu. 

 kecantikan dapat muncul dari sebuah senyuman

Atau coba berikan hadiah berupa kado bila mereka memenangkan sesuatu, biar mereka merasa di hargai oleh orang sekitarnya. Cara-cara tersebut akan sedikit demi sedikit mengembalikan kepercayaan diri mereka. Dan satu hal, kita sebaga orang normal juga jangan suka mengejek kekurangan (apalagi fisik) orang lain, apalagi dengan frotal. Jika penderita body dysmorphic disorder yang mengalaminya, bisa-bisa mereka akan langsung bunuh diri lho.. gawat kan..

T.ia

Gambar: usermeds.com, ushairrestoration.com, ehow.com, yottabaca.blogspot.com

2 komentar:

Royan Naimi mengatakan...

kamu kal oada kesempatan mau oplas ga? Trus paa yg mau dioplas?

Punya.Tia mengatakan...

saya mah ga ada... bgini aja lah.. takut ketagihan...hahaa

Posting Komentar