Pages

Kendaraan Pribadi bukan berarti kendaraan untuk 1 orang

kemacetan yang semakin parah


Ukuran sukses tidaknya seseorang dalam berkarier seringkali dilihat dari perubahan hidup orang tersebut. Contohnya banyak, misal: peralatan rumah yang mewah atau kepemilikan kendaraan bermotor/pribadi. Dari yang naik angkot berubah jadi motor dan kemudian mobil. Semuanya itu milik milik pribadi pastinya. Namun ada hal unik yang saya ingin ulas disini khususnya mengenai kendaraan pribadi.

Yang pertama adalah sebenarnya masyarakat Indonesia itu tau tidak ya istilah kendaraan pribadi. Seperti yang kita tahu, gampangnya kendaraan pribadi adalah kendaraan yang kepemilikannya bukan milik kantor atau instansi, tetapi punya pribadi (dari kantong masing-masing). Semua pasti tahu kan, tetapi yang saya ingin tahu, para pengguna kendaraan pribadi itu apakah harus orang yang membeli kendaraan tersebut? Karena coba para pembaca sekalian perhatikan, mayoritas penumpang kendaraan pribadi di Jakarta (dan kota-kota besar lainnya) itu umumnya hanya 1-2 orang saja. Jadi saya simpulkan Kendaraan Pribadi ya kendaraan untuk 1-2 orang. Bukan begitu ya??? :D

Yand kedua, sepertinya para produsen mobil segera meninjau ulang deh produksi mobil keluarga keluarannya. Bukan apa-apa, saya rasa hal tersebut percuma. Kenapa percuma? Karena walaupun riset telah membuktikan mobil keluarga itu adalah jenis mobil favorit masyarakat Indonesia, tetapi tetap saja isi penumpang di dalamnya hanya 1-2 orang saja. 

Kedua hal simple diatas bukan sekedar ulasan, tetapi cerminan fakta yang ada di masyarakat. Bagaimana masalah transportasi kota-kota besar seperti Jakarta yang kian hari kian kusut, sebenarnya memiliki solusi yang mudah. Kemacetan yang setiap hari dikeluhkan warga Jakarta sebenarnya dapat diatasi dengan kesadaran warga nya sendiri. Bayangkan 1 mobil yang seharusnya diisi 8 orang, hanya diisi 1 orang. Jika dibalik, 8 orang di dalam 1 mobil, berapa meter atau berapa mobil yang dapat dihilangkan di kemacetan jalanan. Gampangnya, 8 antrian mobil yang berisi 1 orang, bisa diganti dengan antrian 1 mobil yang berisi 8 orang  kan??

Jangan hanya mengeluh di sana sini mengenai kemacetan yang ada. Mengumpat para sopir angkot yang ngetem sembarangan atau memaki para pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan. Para pemilik mobil pribadi juga mau tidak mau, suka tidak suka juga memiliki andil (malah yang paling besar menurut saya) bagi kemacetan jalanan.  

Tidak bisakah kita berangkat pulang kantor bersama-sama atau satu keluarga pergi bersama setiap hari (anak di antar terlebih dahulu, baru berangkat ke kantor). Memang memerlukan sedikit usaha, namun “semua bisa karena biasa” kan??!?

Semoga tulisan ini menjadi refleksi bagi kita semua, jangan hanya bisanya menyalahkan pihak lain..


Hidup Indonesia..hehhe…

Sumber Gambar: /aminfadillah.blogspot.com/

T.ia






4 komentar:

ASAZ mengatakan...

jadi penyebab macet oarng pada naik mobil pribadi, orang pada naik mobil pribadi gara-gara naik angkutan umum tidak nyaman kunjungi balik ya

eMingko mengatakan...

bener bgt... yg bgnian bkin mcet. mgkin prlu dibuat kebijkan akan hal ini...
jgn lupa mampir ke eMingko Blog

Punya.Tia mengatakan...

okeeehh thx ya udh mampir... follow dong skalian..hahhaa..

*maklum newbie nih eike...hehe

dai mengatakan...

ya susa juga boss. adat org sini kan tau aja.
"ih masi d anter bapak emak loe?"
"ga keren amat"
"anak mamih yah?"
"ari gini masi nunggu d jemput? uda gede kalihh"
"miskin ya? masa mobil cuma punya satu"
ya itu la mulut manusia indonesia

yg bener tuh disiplin berlalu lintas. jangan mo nya sodok sana sodok sini. ambil jalan pintas ampe depan nyelip.

saling tuker kalo ketemu macet dr dua sisi. yah bergantian lah.

motor jg kalo liet mobil lagi muter balik jgn maen trobos trus, ada jg yg kehalang mobil laen yg nungguin tu mobil muter. tp mobil nya ga bisa muter2 gara2 motor nya jalan trussss keq ga punya rem

itu angkutan umum terutama penumpang nya. coba jgn maen manggil angkot d sgala sudut jalan. blajar tertib. kalo angkot nya 1 kilo berenti 10 kali berat juga. mala maen lsg stop ajehh

Posting Komentar