Pages

KAMAR BERCINTA di LAPAS, Apa Lagi itu???

 kalau nyaman, efek jeranya mana??

Sudah pernah dengar pemberitaan tentang kamar Kamar Bercinta di Lapas? Itu tuh, Kamar yang khusus dibuat untuk para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk menyalurkan hasrat biologisnya.

Memang lucu negara ini, disaat keadaan Negara yang carut marut karena kemiskinan dan tingginya korupsi yang sudah mengakar di segala sektor, LP yang dapat dikatakan sebagai satu-satunya tempat penghukuman, malah dibuat menjadi seperti tempat wisata saja. 

Jika kembali ke kondisi Lembaga Permasyarakatan kita,  kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi LP di Indonesia saat ini adalah carut marut dan amburadul. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Andi Matalatta sendiri mengakui kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) secara umum di Indonesia saat ini sangat semrawut dan tidak beraturan. Dari semua LP yang ada, ketimpangan jumlah NAPI merupakan akar utama permasalahan selama ini. Namun anehnya, Pemerintah tidak melakukan penambahan (pembangunan) LP baru ya?? (selama saya hidup, hampir tidak ada pemberitaan pendirian LP baru deh..) mungkin hanya Rutan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang sangat MENAJUBKAN bin MEMILUKAN.

Belum reda kontroversi Rutan Tipikor yang dilengkapi fasilitas-fasilitas yang mewah, sekarang muncul pemberitaan tentang akan dibuatnya Kamar Khusus Bercinta bagi Napi di LP-LP. Kalau boleh digambarkan, saat pemberitaan Rutan Tipikor, saya geleng-geleng kepala, sekarang, sudah muter-muter kepala saya melihat fenomena yang terjadi di LP Negara kita. ^^.

Memang, alasan pembuatan Kamar Bercinta itu baik, yaitu pemerintah akan memfasilitasi para Napi dalam memperoleh hak nya dalam bidang seksualitas, namun hal tersebut sebaiknya dikaji baik-baik. Masih banyak persoalan yang jika dikaji matang dengan skala prioritas, pasti masih banyak hal lain yang harus dibenahi ketimbang kamar bercinta.

Kebutuhan Kamar Bercinta didasari keluhan Napi yang tidak dapat leluasa berkumpul dengan keluarganya karena padatnya ruang jenguk Napi. Alangkah lebih baik, jika penambahan ruang jenguk (lagi-lagi faktor tidak tersedianya tempat kan??) dilakukan demi memfasilitasi semua kalangan. Kamar Bercinta hanya diperuntukan bagi satu dua kalangan. (dengardengar, Kamar Bercinta di patok Rp.600 ribu per jam; bagaimana yang tidak punya uang??). Oleh karena itu, kenapa tidak pemerintah dengan bijak melakukan Penambahan LP yang merupakan salah satu proyek yang sangat ditunggu, melihat banyak sekali LP yang kelebihan ‘muatan’ sehingga keluhan-keluhan pun banyak menyeruak.

Jika saya boleh berpendapat, LP dibuat sebagai tempat penghukuman atas kesalahan yang ada, dan bukan apa-apa, pengubahan citra LP dari yang menakutkan menjadi tempat yang nyaman, mungkin kurang tepat. Jika di LP saja nyaman, orang-orang malah akan senang tinggal di LP. Kesan Jera dan kapok mendekam di LPnya mana??? Dihukum di LP merupakan konsekuensi yang mau tidak mau harus ditanggung. Kalau tidak mau, ya jangan bertindak melanggar hukum sehingga tidak masuk ke LP…

Gampang saja Kan..??


Sumber Gambar: antarafoto.com

T.ia



3 komentar:

Dhani mengatakan...

hmm.. ada-ada saja ya ckckck...

Andy mengatakan...

Rencana itu sangat rawan penyelewean untuk tempat mesum di lapas,khususnya untuk lapas sekelas cipinang
Mampir balik ke blog saya

Punya.Tia mengatakan...

@Dhani: ya begitu lah..memang lucu negara kita..hehee
salam kenal.. follow dong blog aku.. ntr sy folback deh..hehhee...
*maklum newbie..hehhe

Posting Komentar