Pages

Paper Dolls atau Gambaran???


Semua orang pasti pernah kecil kan?? Dan tadi pagi saya dan teman-teman sambil menunggu jam masuk asyik bercerita tentang pengalaman waktu SDnya. Dari yang punya teman ingusannya sampai meler, atau yang harus jalan kaki keluar kompleks setiap pulang, pokoknya pagi tadi suasana ruangan sangat ramai dengan cerita-cerita masa lalu.

Saya sendiri langsung teringat akan mainan kegemaran saya sewaktu SD. Yaitu gambar-gambaran. Itu lho, yang bongkar pasang baju dan boneka dari kertas. Kalau orang-orang bule biasa menyebutnya paper dolls. Karena saya anak perempuan, maka saya paling suka permainan gambar-gambaran itu dibandingan ‘geplokan’ yang dulu booming juga, yang mainnya di’teplok’ ke tangan. 

Bagi pembaca yang belum ingat atau bahkan belum tau seperti apa sih mainan yang saya bicarakan, ini gambarnya:
 Paper Dolls

Gambaran atau Paper dolls ini biasanya dijual lembaran. Dulu harganya (jaman 1990an) seratus-500 perak. Terakhir saya lihat (jaman SMP) sudah 1000 rupiah satu lembarnya. Dalam satu lembar, biasanya terdiri dari 2 orang yang memakai baju dalam saja, dan berbagai macam baju sesuai tema. Misal, tema kantor: ada rok, kemeja, celana, dan aksesorisnya juga. Atau saat tema gaun pesta, berbagai macam gaun pesta pun ada.  Semuanya itu sudah dibuat gampang untuk dipotong, jadi kita tinggal menekannya untuk memisah-misahkannya.
Contoh gambaran dengan tema gaun pesta

Cara bermainnya adalah dengan memakaikan orang-orangan dari kertas itu dengan baju yang kita inginkan. Kita kemudian bermain (bisa sendiri atau berdua) dengan membuat cerita rumah-rumahan. Bagaimana kita mengunjungi satu rumah dengan rumah lain (tentunya dengan pakaian yang berbeda). Atau dengan memasak di dapur atau melakukan pekerjaan sesuai baju. Jika punya baju dokter, kita akan berperan sebagai dokter, begitu juga jika ada baju kerja, kita akan bekerja. Biasanya ada tokoh lengkap, dari ayah-ibu sampai anak-anaknya.

Semakin banyak koleksi baju, akan semakin bagus (dulu pasti kita pamerkan ke teman sebaya, sebanyak apa koleksi baju yang kita punya).

Mau tau belinya dimana? Biasanya dulu saya membelinya di abang-abang tukang mainan di depan sekolah atau sore hari saya menunggunya lewat di depan rumah. Abang-abang itu ada cirri khasnya, yaitu dengan pikulan mainan dan agar-agar dengan ‘kerincingan/lonceng’ yang selalu dibunyikannya.

Abang-abang tukang mainan

Dari main gambar-gambarann itu, dulu saya mengkoleksi baju-bajunya sampai satu kardus sepatu. Pertanyaannya sekarang, kemana ya semua itu?? nanti pulang saya tanya ke ibu saya dulu ah.. ^^

Dan pertanyaan lainnya, kemana keriangan-keriangan anak-anak saat bermain bersama saat ini? Tampaknya gerombolan anak-anak yang bermain bersama seperti rumah-rumahan atau boneka saat ini sudah semakin jarang, sudah digantikan dengan bergosip di mal-mal atau game online di HP atau laptop.. Sayang sekali…

Oya, abang-abang itu dulu sekarang gimana ya???


T.ia
Gambar: rautanpinsil.blogspot.com, belognia.com, yuanz77.multiply.com

7 komentar:

konde mengatakan...

wah maenan tahun 1990 nih jadi inget sama keponakan di beliin di abang abang tukang ager :p

Punya.Tia mengatakan...

waahhh 1 orang udah keinget..hehhee

adeline mengatakan...

saya juga suka maen. alat bantu utama adalah bungkus rokok ama kaset! hehehe :D

Punya.Tia mengatakan...

HAHHAAAA..... 2 orang sudah ingat...

Yulius Takeda mengatakan...

haha,, adek saya yang perempuan koleksi tuh sampe satu kotak,, tak terpikir apa enaknya main itu, mungkin karena saya cowok yah...

Punya.Tia mengatakan...

hahaaaa.... mengasah imajinasi mas.... hehee

Rizky Oiri mengatakan...

oiya dulu perlengkapan rumahnya ranjang tempat tidur dari bekas kotak sabun giv, mobil mobilannya dari wadah rokok Surya 😁 pernah ngoleksi sampe satu kardus dari kelas satu SD sampe kelas 5 eh malah dibakar Sama Kaka 😭

Posting Komentar